Ketika
Ketika aku harus pergi....
Langkahku kaku,
tulangku beku.
Terpaku dalam sebuah lagu,
ragu.
Pekat dan kelabu,
semua mengoyak batinku.
Ingin kuubah kosong menjadi isi,
tapi wadah berlubang terlalu besar.
Ingin aku terus bernyanyi,
Ingin aku terus bernyanyi,
namun hati tak boleh ingkar.
Ketika aku harus melangkah....
Semua terasa pilu sudah.
Haruskah aku mengalah?
Tapi aku tak ingin menyerah!
Ini awal, sayang
bukan akhir dari segalanya.
Biar kita menderita,
sejenak saja.
Lalu bahagia untuk selamanya.
Ketika kamu tak rela jua....
Menangislah, sayang!
Menangislah dalam lambaian.
Ucapkan selamat jalan,
diguyur hujan.
Semua memang terlalu cepat,
dan terasa sangat berat.
Pejamkan matamu,
dan bermimpilah!
Aku akan hadir tanpa satupun pengganggu.
Ketika kamu mulai menerima....
Bukalah matamu,
sambut harimu dan berbahagialah.
Seperti sedia kala.
Aku akan segera hadir disisimu,
pasti!
Semua akan terasa singkat,
seperti sekuntum ilalang.
Aku jauh untuk dekat,
aku pergi untuk pulang.
Ketika aku kembali nanti....
Sediakanlah tempat untuk aku bersinggah,
untuk melepas penat.
Untuk aku melepas rindu yang tak terhingga,
sediakan aku pelukan yang tak terhingga pula.
Semua akan terasa singkat.
Percayalah!
Pasti!